Archive for March, 2007

maybe

Friday, March 30th, 2007

wulan echa citra intan shekhy lely niken maya vita kida lien devi atma ncus ilmi inge hani dewi lha2 netha fani anin riri prusty afif dilla eghie machil agil hasna dela fera ayas raze doe kuda ome igan nana oka renmart rangga cindi syarri rani ratih isti yana indri disti puji iis ulfa ime ria irwulandari

mengingat sebagian teman…

Friends come and go


apakah mungkin nanti akan terlupa?

still life

Friday, March 30th, 2007

Aw!
IP ta..
menyedihkan..

Eh..

Masih idup kok!!

Antara bintaro dan bintara

Sunday, March 25th, 2007

Piuhh… akhirnya
pulang (lagi)..

Setelah
bolak-balik beberapa kali Bintara-Bintaro tuk menunaikan tugas.. Membasmi
kejahatan :D Haha…

Cerita dikit
ya… (Huh, knapa sih selalu ada kata2 ini?!)

 

_Hari
keberangkatan ke Bintaro_

Berangkat agak
siang setelah makan siang yang kepagian (atau sarapan yang kesiangan?).

Dianter ’mpe
pintu tol naik bis ke arah Blok M.

Dari Blok M naik
bis ke arah Bintaro. Alhamdulillah dapet kursi di pojok.

Trus tidur (like i always do).

Bangun-bangun dah
sampe tanah kusir.

Tengok kanan kiri
seraya melihat pemandangan… (kan pemandangan di pemakaman tanah kusir agak
bagus tuh)

Terpaku pada satu
titik.

Melongo’, kaget,
gak percaya, penasaran.. Ngeri.

Aku kira cuma aku
seorang yang punya nama ’Petta’ di dunia ini.

Yaahh..
seenggaknya di Indonesia-lah..
Yaahh kalo enggak se-pulau jawa lah!

Ternyata
pemikiranku selama 18 tahun itu salah. Terpatahkan oleh suatu hal.

Karena pada saat
itu.. Dari dalam bis.. Aku ngeliat nama ’Petta’ tertulis. Eh salah.

Namaku terukir…
Di sebuah toko di depan Tanah Kusir… Tepatnya… Di sebuah batu nisan..

M. Amir Petta (ada nama belakangnya lagi
tapi lupa siapa). Ngeri bgt ga sih.. Parno.

Selama ini emang
ada orang2 yang namanya hampir sama kayak namaku misalnya. Meta, Netha, Setta, Petty,
Etta, Ita (tanteku), Uta (Abang sepupu). Sekalinya ada nama yang sama (sampe
ejaannya) eh ada di batu nisan. Jadi
ngebayangin kalo namaku yang bener2 ada di batu nisan itu…

Yah.. itu
pengalaman menarik, lucu sekaligus menyeramkan..

 

Terusannya.. Aku
baru nyadar.. Ternyata ong-cost perjalanan Bintara-Bintaro-Bintara itu lumayan
besar.. untung pas makan ba’so malemnya di bayarin
.

Uangku sekarang
cuma sisa dua rebu ni T-T

 

Demi melaksanakan
tugas???

 

Keikhlasan … Adakah..??

20 Maret 2006

aku bukan mbak!

Thursday, March 15th, 2007

ehm ehm
Asww
cerita dikit ya.
cerita tentang hal yang merisaukan daquw belakangan ini.

‘knapa aku harus di panggil mbak?’

kayaknya dari kecil aku jaraaaaang banget di panggil mbak..

Keluarga di rumah manggil teta..
Adek2 sepupu manggil kaka/ka’teta
adek2 kelas di SMP manggil ka petta/ka’pet (enakan kaput:))
oh ya! temen se-genk dulu ada yg manggil ka’teta (skrg kdg2 jg msh)
ponakan manggil tante/auntie/ante/tante jepang (baru2 ini ta ajarin panggil ummi aja, tp enakan jadi… tante ummi deh)
om & tante manggil gotet
temen2 sekelas n adek kelas di SMA  yang badung2 manggil nci’ (soalnya kyk cina)

tuh kan… Bener
dan aku emang bukan orang jawa
bukan banget
aku tanya mamaku tadi siang, yg ada keturunan org jawa itu almarhumah mbah cowok (papanya mama), itupun udah kecampur abis sama melayu (kata mama melayu yang tinggal di singapore & malaysia, trus aku agak2 gak percaya gitu.. dan percakapan un berlanjut….).
aku… medan, menado, dll…
lahir di jakarta (akte lahir jakarta, klo di ktp bekasi)
dari kecil di bekasi yang deket jakarta timur
(jd sebenernya klo dtnya aku org mn jg bingung sendiri)

dalam sejarah ga ada yg manggil aku mbak.
Mungkin ada abang warung/abang angkot yg bnr2 ga tau.
misalnya "mbak, mbak, ini kembaliannya ketinggalan"

sampai saatnya.. aku kuliah di stan
heran, orang2 manggil aku (dan mbak2 lainnya) mbak,

agak mendingan kalo yg sesama akhwat..
adek kelas…
temen seangkatan…
kakak kelas juga, padahal udah tau namaku petta. (ditebelin, di miringin & di garisbawahi)

kalo lagi rapat
"ayo, ada masukan buat masalah ini? mbak petta?"
di sms
"asww, mbak, boleh pinjem xxxxxxnya buat bla bla bla, dst…"
"mbak petta…"
"mbak petta…"

huh, kenapa sih!
mungkin supaya agak sopan kali ya…

tp tetep ga enak terdengar

klo dipanggil dek?
tau deh, dulu ada adek kelas (bukan akhwat) yang manggil aku adek
payah. mentang2 aku lebih muda
tapi kan tetep, aku senior… T-T (kok nangis)

Ukh, dulu agak risih klo dpanggil ukh,
palagi ma yg blm knl bgt & bukan sesama jenis (maksudnya?)
aku menganggapnya itu suatu hal yang…
baca blog aku yang berjudul tumplek blek jadi satu 

ya.. cuma mo cerita itu aja..
betapa aku risih (lebih menuju sebel) dipanggil ‘mbak’
mungkin blm biasa aja
tau deh, kapan bisa terbiasa…

suatu saat nanti………… mungkin….

____________________________________________

afwan ya postingannya agak kacaw

(lg esmosi ceritanya)

have a nice holiday!
safe & sound @ home

Saturday, March 10th, 2007


Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar

Semua menganggap dirinyalah yang terbaik
yang paling penting
yang paling bermanfaat
yang paling disukai

HIJAU berkata:"Jelas akulah yang terpenting.
Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan.
Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan.
Tanpa aku, semua hewan akan mati.
Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas…"

BIRU menginterupsi:
"Kamu hanya berpikir tentang bumi,
pertimbangkanlah langit dan samudra luas.
Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan
awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan.
Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan.
Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"

KUNING cekikikan:
"Kalian semua serius amat sih?
Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia.
Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning.
Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum.
Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."

ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya:
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan.
Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia.
Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya.
Aku tidak ada dimana-mana setiap saat,
tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam.
Keindahankubegitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian
akan terbetik di pikiran orang."


MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak:
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan!
Aku adalah warna bahaya dan keberanian.
Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa.
Aku membawa api ke dalam darah.
Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan.
Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu:
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan.
"Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan.
Raja, Pemimpin dan para
Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan.
Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."

Akhirnya NILA berbicara
lebih pelan dari yang
lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama:
"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam.
Kalian jarang memperhatikan adaku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal.
Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut.
Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri,
masing-masing yakin akan superioritas dirinya.
Perdebatan mereka menjadi semakin keras.

Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.
Guruh menggelegar.
Hujan mulai turun tanpa ampun.
Warna-warna bersedeku
bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain,
masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian
tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus,
unik dan berbeda?
Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!"
Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati
hujan, yang kemudian berkata:

"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur,
masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai
busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama
dalam kedamaian.

   

Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok."

Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat
Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita
MENGINGAT untuk selalu
MENGHARGAI satu sama lain.


MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK
KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA
DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA,
KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ….

Persahabatan itu bagaikan pelangi:

Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya.
Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.
Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.

Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.
Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.
Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu.

Cr


.. bagus ya ceritanya ..
Oh iya.. itu foto pelangi pas di kos"an
ketika pekan UAS, qt skos lg pada blajar
T-T
Ternyata pelangi datang
Seraya membuat tenang
Maha Suci 4JJI