Archive for December, 2007

malam tahun baru terindah

Saturday, December 29th, 2007

Assalamu’alaykum

eh
tau gak sih, tau gak sih, tau gak sih.
beberapa hari ini dingiiiiiin banget.
harusnya sekarang tuh lagi masa2nya belajar buat uts.
tapi karna cuaca kurang mendukung.
jadinya kebanyakan meringkuk di bawah selimut deh :(
takut takut takuuuut banget ama uts
T-T
takut tapi gak belajar2.
justru di pekan uts jadi pengen ngelakuin hal2 yang biasanya males dikerjain.
misal, ngerapiin semuanya, nyuci sepeda,
pokoke yang ga ada hubungannya ama materi lah.

eh, semuanya, siapapun engkau,
atau ada orang yang tak ku kenal mbaca tulisan ini.
mohon dengan sangat.
aku minta do’anya yaa,
biar utsnya lancar en nilainya cukup
(gak punya obsesi berlebih, berkaitan dengan postingan ‘apa obsesimu??’).

_kita akan melewati malam tahun baru terindah
begadang dg buku advance accounting_
romantis banget kan??

better get going now
daripada tambah gak jelas
chaoo!!
>tHe TuNx’Z<

Atas nama cinta?

Wednesday, December 12th, 2007

12 Desember 2007

hari ini banyak yang kasih kado.

hari ini aneh, aneh, aneh banget.

berasa pindah ke alam lain selama 24 jam…

banyak kejutan-kejutan.

btw, inget yah, aku milad yang ke 19,

bukan 20. jgn ampe salah…

===================

untuk wanita tangguhku, mama, yang telah mengajarkanku kesabaran, kesederhanaan, keteguhan menerjang apapun…

untuk kakak2ku yang memberikan segalanya untukku…

untuk semua yang memberi makna dalam hidup ku…

Semoga Alloh membalas kebaikan kalian berlipat ganda.

Amiiin

===================

Selayak janji matahari yang kan setia pada bumi

tuk senantiasa membiaskan kuning cahayanya.

Atas nama cinta,

pada Dzat yang menggenggam semesta…

sulitnya sebuah terima kasih

Thursday, December 6th, 2007

ada artikel bagus:

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga
dan seorang malaikat menemaniku
dan menunjukkan keadaan di surga.
Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja
penuh dengan para malaikat.
Malaikat yang mengantarku berhenti di depan
ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi
Penerimaan"
"Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku
dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang
memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis
pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui
koridor yang panjang lalu
sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan
dan Pengiriman"
"Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses
dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu.
Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu
banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan
untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada
ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti
pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.
Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu
malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata
Malaikatku pelan.
Dia tampak malu.
"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan
disini?", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah
manusia menerima rahmat
yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang
mengirimkan pernyataan terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas
rahmat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat.
"Cukup berkata, ‘ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih,
Tuhan".
"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan
di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu,
atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka
engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan
uang-uang receh, maka
engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer
mu, engkau adalah bagian
dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga…. "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih
banyak kesehatan
daripada kesakitan … engkau lebih dirahmati
daripada begitu banyak orang
di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga
hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam
perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan,
atau kelaparan yang amat sangat …..
Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di
dunia".
"Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan
religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan,
penangkapan, penyiksaan, atau kematian …
maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di
dunia.
"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam
ikatan pernikahan …
maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum,
maka engkau bukanlah
seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan
semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

dst dstm kepotong dikit,
tapi semoga bisa diambil hikmahnya

1988

Thursday, December 6th, 2007

Asw. Semoga rahmat,
taufik, & hidayah dari
Allah selalu
menyertaimu. Selamat
ulang tahun Q ucapkan
dr lubuk hatiQ yg paling
dalam untuk kakakQ yg
tercinta…
Sender:
+6288897****
Sent:
07:01:53
05.12.2007

Semoga dg
bertambahnya umur
kakak, semakin
bertambah pula
kebijaksanaan dalam
menyikapi hidup.
Semoga kakak diberi
kesehatan dan
tambahan umur utk
bbuat kbaikn.
Sender:
+6288897****
Sent:
07:11:00
05.12.2007

Semoga kakak juga
diberi kemudahan dlm
mencari ilmu dan
mengamalkannya,
tambahan iman dan
taqwa, serta diluaskan
pintu2 rejekinya.
Sender:

+6288897****

Sent:

07:11:06

05.12.2007

Yang terakhir, semoga
kakak diberikan
kemudahan, kekuatan,
dan kesabaran  dlm
menghadapi ujian hidup
ini. Amin - Semoga Allah
SWT mengabulkan.
Sender:

+6288897****

Sent:

07:11:12

05.12.2007

APA OBSESIMU??

Thursday, December 6th, 2007

Baru dapet honor les.ni,
Gak banyak-banyak banget ci,
tapi standar anak kos yang ngirit, bisa lah buat biaya makan sebulan.

Tapi,
terus ta bingung lembaran-lembaran ni mau diapain.
Gak punya osesi.
Tanya orang2, pada bilang "buat aku aja!"
yaah, itu mah bukan solusi.
Beli buku? gak pengen, abis masih banyak buku yang belom kebaca.
Beli pulsa? gak
Beli pernak-pernik? paan?
Baju? gak juga
then naon dunk…?!

abis semua keinginanku sudah dipenuhi.
trus pada akhirnya jadi bingung sendiri.
kata pak amin yadi sih, orang yang gak punya keinginan itu parahh, berbahaya.
masak iya??

ada sih cita-cita yg dipengenin belakangan ini.
lulus dari stan,

ummmm, trus ada satu lagi si, tapi rahasia :P

et, dah mo jam 10,
ta kuliah dulu ya
kapan2 lanjut lagi

assalamu’alaykum

ceri_ta_lagi

Sunday, December 2nd, 2007

27 November 2007
Terinspirasi kejadian pagi tadi, ketika rapat di taman CD, ta menyempatkan diri menggelitik-gelitik kompy, mengetik samting… kuliah kan jam 11 ini… masih ada waktu…

Begini isi tulisan (baca: ketikan) ta saat itu:
“Gw kira kisah pak r*chard cuma legenda atau mitos.
Setelah gw ngeliat dengan mata kepala gw sendiri orang yang sering menjadi buah bibir mahasiswa STAN itu,
Dua pekan berturut-turut lagi,
Di pagi hari, di kedamaian taman CD, tenggelam dalam kicauan burung, sinar mentari mengintip malu dari rimbunnya dedaunan.
STOOOP!
Secara tiba-tiba seantero taman CD dan sekitarnya melihat pada satu titik…”

(baru sampe segini, trus males2an)

Beralih dari tulisan tentang pak r*chard… (percuma aja namanya disensor klo gitu)
(mungkin kualat kali ya, ngomongin orang tua, tapi sbnernya niatku baik ko)
Tiba-tiba hempong berbunyi, blep blep blep <- SMS tone terbaru
SMS masuk,
dari temen sekelas
Mitha MAFOS:
”Petta ibunya udah masuk. Kelasnya D 207”

WhatTt?! = ApaAa?!
Ini kan masih jam 10:15!

Trus ta telpon mitha, dan secara oon bgt, nanyanya malah gini:
”ibu siapa mit??”
Trus mitha jadi bingung kenapa aku bingung ibunya siapa (ikut bingung kan?)
Ya ibu dosen lah! Siapa lagi?!
Kata mitha: ”emang ga dapet jarkom?”
Pe : ”nggak” (trus setelah buka hape ternyata ta dapet jarkom, tapi gak dibaca, langsung di forward tanpa dcermati isinya, kayak biasa…)

Hosh!! langsung berdiri tegak, grasak grusuk lari2an ga jelas juntrungannya, sampe kata adekkos kedengaran gedebagedebug dari bawah.
Dateng apa gak ya? Cz katanya kalo terlambat lebih dari 15 menit bakal di alpa in, ya sami aji kalo gitu, mending ngelakukan yang bermanfaat di kos (baca: tidur). Tapi karena mikir nanti pas NAC pasti bakal banyak bolos, jadi ta mo masuk aja. Trus jg atas dukungan temen-temen kelas…

Bismillah, aku berangkat brg speedy dengan kecepatan turbooo!!!

Setelah mempermalukan diri di kelas orang, lalu aku mempermalukan diri di kelas sendiri.
Dulu waktu awal tingkat 3 aku salah masuk kelas yang lagi belajar, dan aku gak sadar, setelah minta maaf ke bapak dosennya karena telat, trus malah nyari tempat duduk! Cukup lama sampe seseorang, yang sampai sekarang gak ta ketahui siapa, berbisik dg lirih ”Petta, salah kelas!”. Trus reaksi ta secara sistematis:
1. Diam membeku
2. Mukul jidat
3. Mengucap istighfar
4. Balik kanan
5. Ngaburrrrr!!! dengan backsound cekikikan anak2 3N yg kayaknya geli bgt

Dan kini aku akan mempermalukan diri di kelasku.

Sampe kelas jam 10:30
Pe : “Ibu, maaf saya terlambat” dengan wajah merasa bersalah
Ibu : “ya udah, sudah telat lebih dr 15 menit, gak bisa dong”
Pe : ”saya ingetnya kuliah jam 11 bu. Kan biasanya jam 11”
Ibu : ”tapi udah dikasih tau kan?”
Pe : ”udah bu, tapi ga inget”
satu poin yang ta lupa dr ibu ini… Kalo telat disuruh nyanyi!
Bener2 lupa! Padahal pekan sebelumnya ismet yang telat disuruh nyanyi Padamu Negeri.
OMG, and that’s what will happen to me now!!
Ibu : ”ya, kalau begitu sesuai kesepakatan bersama, nyanyi yah.”
(tuh kan bener…)
Pe : ”yaaa, ibu, masa’ nyanyi bu?! Nyanyi apa? Saya gak bisa nyanyi bu! Ada alternatif lainnya bu?” (panik!)
Ibu : ”Baca puisi” (ya jelas ini gw kagak bisa)
Pe : ”Saya cerita aja, boleh bu?”
Ibu : ”Kalo cerita kayaknya kurang menarik. Nyanyi aja. Kamu bisa kok nyanyi” bu dosen membesarkan hati ta layaknya manajer kepada artisnya. Anak2 kelas udah ngompor2in aje.

Ya… mau gak mau… bukan karena aku mau…
Gimana dunk, fren?
Yah, jadikan pelajaran aja, jangan sampai hal seperti ini terulang lagi.
Never.
Duh,
Anak2 laen pada rame2 banget.

Ehm, tes tes…
Play…
Totalitas perjuangan…
(pasti akan lebih seru lagi klo dpraktekkan dengan tangan terkepal, dengan suara lantang & lompat2 bersemangat, kayak jaman DINAMIKA gitchu. Tapi jelas ta ga gitu lah! Rasanya mau terbenam aja)
Trus lupa liriknya… (Diketawain anak2…)

Langsung lompat ke reff…
(Anak sekelas pake ada yang ngerekam videonya lagi, tambah berasa jadi artis).

Trus udah deh, mendingan sih daripada ismet yang nyanyi satu lagu penuh.

Trus aku disuruh duduk
(eh, tadi disuruh apa gak ya?)
ke satu2nya bangku kosong di kelas itu.
Lagi2 bukan karena aku mau…

Trus belajar…
Gak sih… kebanyakan mikir kejadian semenjak pagi…

Piuhhhh…
What a day…

Aneh ya?
Ada gak si ‘orang’ kayak aku?