tagged-tagged-an yuk!
Monday, January 28th, 2008dapet pe-er dari mbak q2 (byasa dpanggil mbak KING-KONG), suruh liat blognya watakushi-q2.blogspot.com. eh dapet tugas yang menyenangkan n_n
1. Each blogger must post these
rules
2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight
things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight
people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to
read your blog.
delapan hal tentang petta rosetta
satu.
orang yang tidak ingin menjadi dewasa seutuhnya.
dalam pandanganku orang dewasa adalah orang yang kaku. saklek. dingin. buta
keadaan sekeliling, selalu menganggap bahwa permasalahannyalah yang paling
penting.
aku ingin terus menjadi anak-anak. dengan binar mata yang seolah baru
melihat segalanya untuk pertama kali. senyum tanpa maksud apapun. tawa yang
lepas. tangis tanpa harus mikir kapan dan dimana. berlari. bermain hujan. bukan
seperti orang dewasa, bukan.
maka apabila mereka bilang aku belum sepenuhnya dewasa,
aku bersyukur..
dua.
gak punya cita-cita yang pasti.
dulu pernah mau jadi polisi wanita, pernah mau jadi wartawan, pernah mau
jadi dokter, jadi guru TK. tapi semua cita-cita itu cuma terlintas gitu aja,
terus lupa, jadilah seorang petta rosetta hidup selama ini tanpa cita-cita. dan
hal itu pula yang membuat ku merasa menjadi orang yang sangat beruntung, dengan
seringnya aku diberi hal-hal yang tidak pernah aku harapkan. kenapa bisa pernah
rengking satu (gini-gini pernah dunk), kenapa bisa dapet beasiswa uang masuk
sma, kenapa bisa masuk stan dibandingin temen2 sekelas yang superpinter
(bayangin, pas sma – sekarang juga sih – lembaran terisi di buku catetanku bisa
diitung dengan jari, trus pas kelas dua sma pernah dapet nilai merah untuk pelajaran
fisika). sampai sekarang masih beranggapan kalau hidupku adalah sebuah kemujuran.
tapi sekarang punya cita-cita sih, mau jadi penulis dan (ehm) ibu rumah tangga
yang baik, dan visi utama, berlabuh di jannahNya.
tiga.
i used to think that life goes
like a Role Playing Game.
pernah main game RPG? di ps atau
di komputer. dimana segala hal diciptakan hanya untuk pemain utama, karakter
yang kita mainkan.
di harvest moon, supermarket,
rumah sakit, peternakan, semuanya diciptakan untuk kita, aku jarang liat ada
orang yang belanja kecuali beberapa orang pada jam & hari yang sama, dan
omongannya sama pula.
trus diantara 5 cewe’ itu,
tinggal pilih sesuka hati mana yang mau dijadiin istri, apakah ann, mary,
popuri, elli, atau karen. dimana semua orang ada pada tempat dan waktunya hanya
untuk kita.
dulu, begitulah pandanganku
tentang hidup.
tapi ternyata salah, karena
masing-masing insan punya kehidupan sendiri, dari 10 orang di rumah ini punya
pikiran, perasaan, dan masalah yang berbeda. dari berapa trilliun penduduk di
bumi, gak ada yang punya masalah identik, layaknya sidik jari manusia, tidak
ada yang sama.
empat.
gak pernah ngitung uang kembalian.
secara, i like everything fast, pop, instant. dari mulai menggoes sepeda,
berjalan, mencet tuts hape, sampe buka laci baju, dilakukan dengan cara ‘the
flash’ dan semena-mena. (satu hal yang ga bisa cepet: pake jilbab). pas beli
sesuatu pun pengen buru2 ngabur (beli apa maling sih mbak?), ya uang kembalian
masukin aja gitu, gak pernah diitung (tipe orang yang gampang dikibulin),
kadang-kadang lupa ambil kembalian, beberapa kali juga ketinggalan
belanjaannya.
lima.
gak percaya kalo ada orang yang bener-bener killer.
bahkan mungkin preman bertato di ujung jalan akan menerangkan dengan antusias
dan senyum terkembang ketika kita kebingungan bertanya jalan, mungkin gadis
jutek di tempat duduk belakang adalah pemberi nasihat yang baik, mungkin juga
pak r*chard bisa tersenyum tersipu malu ketika menceritakan masa mudanya, bisa
jadi laki-laki dingin itu adalah seseorang yang gokill abis, bahkan orang
terdiam di kelas pasti akan menyapa ketika berpapasan, bahkan mamaku kalo lagi
marah akan luluh dibujuk…
so, dakuw ga pernah ’takut’ dengan orang-orang seperti itu (tapi jelas gw
takut ama orang gila & ondel2). hampir belum pernah ada orang yang
bener-bener ga bisa ’dijinakkan’.
pada batu yang keras,
mengalir air sejuk nan jernih di sela-selanya…
enam.
suka yang bening.
maksudnya dalam makanan kayak bakso, mie ayam, indomie, soto, somay,
batagor, dkk. biasanya gak pake saos ama kecap. bening aja ditambah sambel
sesendok (tanpa peduli apakah sambelnya pedes atau enggak, yang penting
sesendok). eh, kirain indomie pake kecap cuma bakal ditemuin di buku 5 cm-nya
dony dhirgantoro aja (novelku yg sekarang entah dimana), ternyata pas daku
menginjak tingkat I kuliah, ternyata beneran ada (pelakunya adalah shekhy
arrissa), dasur, aneh tapi nyata.
tujuh.
paranoid akan waktu.
aku gak tau ini normal apa gak. setiap santay2 ato malay2, pasti jadi
merasa bersalah banget. selalu berpikir tidur2an & nonton2an itu kerjaan
yang ga guna (dan alhamdulillah gak teralu suka). my most gak genah thing dan
gak bisa ditinggalin adalah kongkow brg temen2, sejak SD sampe sekarang, oh,
ama satu lagi, nge-net.
misal nonton tv, aku gak pernah jadiin nonton tv sebagai kegiatan utama, biasanya
nonton tv itu kegiatan sambilan, misalnya: makan sambil nonton tv (kalo makan
udah selese, tvnya dimatiin), siap2 kuliah sambil sekilas menyimak tv, atao
nyetrika/nyapu sambil nonton tv.
semakin banyak kegiatan yang bisa dikerjain dalam satu waktu akan semakin
baik, nyuci sambil dengerin almatsurot, sepedaan sambil sms, menunggu sambil
menulis, kuliah sambil tidur (he he… yang ini mah kagak baek).
don’t waste your
time, bergeraklah!
karena bergerak lah yang
membedakan makhluk hidup dengan benda mati.
delapan
tidur dengan empat bantal.
tepatnya:
1 bantal
1 guling agak lembek
1 guling keras
1 bantal/boneka buat dipeluk
plus selimut (tebel/tipisnya menyesuaikan)
next eight targets:
1. eckha desti kusumawardhani
2. gesti gressia
3. aenul yakin
4. andrea pradifto (use English, please)
5. agung sang-ocol
6. franz kurnia putra
7. ilham ganesha
8. umar
(duh, akhwat yg nulis blog itu dikit… can’t find ‘em)